Cara Elegan Meminta Bantuan PDF Print E-mail
Article Index
Cara Elegan Meminta Bantuan
Page #
All Pages

Cara meminta bantuan

 

 

Dari artikel "Mengapa Harus Berani Meminta Bantuan?" kita belajar bahwa berani meminta bantuan sama artinya dengan berani berkembang. Bahwa orang-orang yang tak berani membuka diri bagi pertolongan orang lain paling tidak tak akan tahu bagaimana cara mengapresiasi budi baik orang lain. Ingat, boss yang paling disukai adalah yang paling cerdas dalam mendelegasikan pekerjaannya ke anak-buahnya[!].

Bagi orang yang produktif, menerima pertolongan sama artinya dengan mendapat suntikan semangat untuk mau memberikan bantuan bagi orang lain di masa depan. Untuk itu, CS memberikan daftar cepat bagaimana kita bisa meminta bantuan dengan cara elegan, dan malah bisa memperkuat kredibilitas pribadi di mata lingkungan.

Begini 5 langkahnya:

1. Pahami masalah

Do not get panic, yakinlah bahwa kita bisa memahami hingga seluruh detail pekerjaan yang menjadi beban tanggungjawab kita. Mulailah dengan mengambil waktu untuk mengatakan pada diri sendiri secara mantap bahwa pekerjaan yang sedang kita lakukan adalah anugerah yang menyenangkan. Jangan buru-buru bertindak, yakinkan dahulu hati senang akan melakukan suatu kegiatan, meskipun tak begitu paham apa yang harus dilakukan.

Dan setelah hati merasa senang, barulah kita mulai mengupas pekerjaan dengan berbagai pertanyaan eksploitasi, seperti "...bagaimana caranya mengerti masalahnya?", atau "...berapa lama untuk menuntaskan masalah ini?", dan jangan canggung untuk bertanya pada diri sendiri, "...perlukah bantuan dari orang lain?".

Selama proses merenung, tetaplah melekat pada keyakinan diri sebagai orang yang punya cukup kemampuan untuk menunaikan suatu tanggungjawab. Dan setiap tangganggungjawab adalah pintu untuk meraih tanggungjawab lain yang lebih besar.

2. Pikirkan Siapa Yang Tepat 

Dahulu, kala internet belum ada, banyak informasi yang hanya diketahui oleh orang lain. Di zaman sekarang banyak informasi spesifik yang sudah terbuka untuk bisa kita pahami secara lebih mudah dan cepat.

Banyaknya informasi memungkinkan kita menguasai suatu tugas, sadarilah bahwa tanda kemampuan pemahaman tersebut bisa dilihat dari jumlah pertanyaan yang bisa dirangkaikan. Semakin banyak pertanyaan, maka sebetulnya bertambah pula daftar orang yang dapat dicalonkan untuk membantu tugas kita.

"Kedekatan" yang dimaksud bukan hanya untuk menunjuk pada keakraban pribadi, namun pula pada profil calon pemberi bantuan yang paling tepat. We must know the right person to ask.

3. Diplomatis, inspirasikan calon pemberi bantuan

Jangan lupa bahwa orang akan lebih menyukai memberikan bantuan untuk melakukan hal-hal yang mereka kuasai. Salah meminta, bisa-bisa akan membuat orang yang diminta bantuannya merasa dipermalukan karena tak mampu menolong.

Cara terbaik untuk meminta pertolongan adalah dengan menunjukkan minat pada kompetensi si calon pemberi bantuan. Ekspresikan rasa antusias dan apresiasi orang tersebut misalnya dengan pertanyaan, "...bagaimana sih cara kamu menulis surat permohonan?" atau, "...biasanya Ibu/Bapak mengatur anggaran?" Bilamana setelah mendapat pelajaran kita masih merasa tak mampu melaksanakan diri sendiri, baru minta secara terus-terang pertolongan langsung dari orang tersebut. Dari situ akan jelas terlihat bahwa kita tidak menggratiskan bantuannya, malah jelas memperlihatkan anggapan bahwa intervensi pertolongannya adalah  penting.

 



 
www.cantikselamanya.com - Dian Manginta Bicara Citra Diri, Website designed by JT