| Mengapa Harus Berani Meminta Bantuan? |
|
|
|
Page 1 of 2 Barangkali cara minta tolong yang paling menyenangkan ada di acara "Who Wants to Be a Millionaire?" Minta bantuan penonton atau teman. Kita yang menjadi penonton bisa membayangkan bahwa paling tidak teman yang membantu akan mendapat bagian dari hadiah acara tersebut. Bukankah bantuan itu membuat si peserta mendapat banyak hadiah? Sadar tak sadar, di zaman serba ekonomis seperti sekarang, kita sering menetapkan bahwa meminta bantuan sama saja artinya dengan mewajibkan diri memberikan imbalan. Kala situasi aman, tak sedang dilanda bencana alam atau kondisi heboh darurat massa, sadar tak sadar orang akan merasa bantuan bisa disama artikan dengan memohon memohon utang. Tapi hidup manusia tak selalu seperti dalam acara "Who Wants to Be a Millionaire?", lebih sering kita tak sedang menanti mendapat jack-pot saat kebutuhan mendapat pertolongan tiba. Takut mengganggu orang lain dan tak bisa membalas kebaikan budi, akhirnya tak jarang kita berpura-pura bisa melakukan semuanya sendirian.
PRT & Boss, Kembangkan KeinginanHarga diri tak cukup menjadi modal seseorang untuk bisa dengan selamat sentosa melewati tantangan hidup, sendirian. Repotnya, orang sering lupa bahwa harga diri sebetulnya tak lain adalah dasar rasa percaya untuk bisa merasa layak bahwa diterima orang lain. Harga diri yang sejati adalah pondasi untuk kita bisa merasa mampu membangun impian. Keyakinan hati untuk bisa melakukan suatu tugas tak berarti harus menyingkirkan bantuan orang lain. Seandainya mau jujur, sebagai pegawai pun kita bisa melihat bahwa mereka yang memiliki rangking paling bawah adalah karyawan/ti yang paling jarang meminta bantuan. Kesendirian kalangan bawah ini adalah hal yang ironis, karena kita bisa bekerja satu hari penuh tanpa boss. Tapi satu hari kerja tanpa kehadiran office boys/girls, bisa membuat hidup di kantor menjadi seperti neraka. Demikian pula di rumah. Pembantu rumah tangga (PRT), meskipun harus selalu mau memberikan pertolongan, akan jarang sekali meminta bantuan dari orang di luar kalangan mereka sendiri. Biarpun sebetulnya mereka adalah pekerja - sama seperti semua tenaga kerja di kantor - namun para PRT akan merasa tak layak untuk menerima bantuan saat sedang menunaikan pekerjaan. Para office boys, drivers, security personnel yang tak pernah mengalami promosi jabatan hidup dengan imajinasi bahwa mereka tak akan pernah mampu membayar kembali berbagai bantuan karyawan lain. Sebaliknya, para pemimpin paling populer bisa disukai karena tahu cara menggunakan bantuan sejawat atau staffnya hingga membuat semua orang di sekitarnya merasa berguna. Orang yang tahu tujuan hidupnya akan mengerti bahwa mereka butuh bantuan orang lain untuk mencapai cita-citanya. Semakin besar aspirasi, maka makin banyak pula dukungan yang harus diberikan orang lain, dengan demikian meminta bantuan orang lain sama dengan investasi. Investasi, Bukan Kelihatan LemahSekarang kita bisa melihat kebohongan besar yang menyebabkan orang takut meminta bantuan adalah bahwa anggapan mereka yang menerima pertolongan adalah kalangan lemah. Sebetulnya, cap lemah ini hanya pantas diberikan bagi mereka yang tak produktif: meminta bantuan meskipun tak sedang melakukan apa-apa.
|




Barangkali cara minta tolong yang paling menyenangkan ada di acara "