Ruang Untuk Patah Hati? PDF Print E-mail
Broken Heart

Seorang temanku mengatakan kepadaku bahwa dia agak menyetujui pendapat seorang artis kita mengenai relationship. Yaitu, bahwa kita jangan memberi seluruh hati kita kepada pasangan kita. Katanya kita harus sediakan ruangan untuk "in case" terjadi hal yang mengecewakan.

Aku mengerti, maksudnya supaya kalau patah hati, ya, supaya jangan terlalu patah.. Biar perihnya jangan terlalu perih. Aduh, ngeri, ya, patah hati itu!

Aku memang gak bisa setuju dengan pernyataan itu. Temanku itu memang mendahului dengan pertama-tama kita memang cuma percaya sama Tuhan aja. Aku setuju itu. Tetapi bukan lantas kita jadi pesimis dengan orang lain, dong. Dan itulah artinya mencintai. Memberi (cinta) dengan tulus tanpa tuntutan apa-apa.

Kata kuncinya adalah tulus. Karena ketika sebuah relationship dimulai, maka terbentuk sebuah komitmen sebagai pengikatnya yang disertai dengan suatu itikad yang baik. Selanjutnya, seperti orang hidup harus makan, maka relationship pun harus dipelihara. Diperlukan usaha untuk menjaganya, bahkan mengembangkannya sehingga ikatan yang ada pun semakin kuat dan dalam.

Kunci selanjutnya adalah communications. Komunikasi yang baik diantara pasangan yang in relationship akan mendorong terjadinya ikatan batin yang baik juga. Untuk itu, harus ada kerelaan untuk menyingkirkan ego dan logika demi menyatukan hati. Logika juga perlu ditolerir, loh! Karena cinta itu kan tak mengenal logika.. Dalam setiap relationship, hati haruslah lebih dominan dari pada pada logika. Dengan mengesampingkan logika, maka kita akan mengembangkan insting yang sangat diperlukan dalam merengkuh hati orang lain. We will do that for our love, right?

Lalu, ada kerelaan untuk menolong pasangan kita. Menolong dia untuk mengerti keadaan, mengerti masalah yang terjadi.. Kadang perempuan suka bersikap childish dan berharap dengan diam maka sang kekasih akan menyadari ada masalah dan bingo! he solves the problem! Maka, mulailah sebuah relationship dengan komitmen untuk mengusahakan terjadinya komunikasi yang baik. Tentu saja, mintalah.. Minta pengertiannya, minta perhatiannya.. Jangan gengsi. Karena si dia bukan dewa yang bisa membaca isi hati kita tanpa kita mengatakannya.  

Pada akhirnya semua berawal dari ketulusan hati. Ketulusan hati untuk menerima dia apa adanya. Dengan tulus hati kita pun akan mampu menolong dia untuk mengerti kita. Dan dengan ketulusan hati kita, dia akan menghargai usaha kita meminta pengertiannya. Then I'm sure, your relationship will as sweet as a morning sunrise!

 
www.cantikselamanya.com - Dian Manginta Bicara Citra Diri, Website designed by JT